Press "Enter" to skip to content

190 INSENTIF NAKES PENANGANAN COVID-19 TAK DIBAYAR

Last updated on 1 May 2021

0 0
Read Time:1 Minute, 8 Second

Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Para tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru mengeluhkan lambannya pembayaran insentif penanganan Covid-19. Sudah sejak Agustus 2020 hingga sekarang para nakes RSDI Banjarbaru tidak menerima hak mereka tersebut. Padahal, insentif tersebut telah dijanjikan pemerintah sebagai bagian dari penghargaan menjadi petugas garda terdepan penanganan covid-19.

Kepala Bagian Tata Usaha RSD Idaman, M Firmansyah menyebutkan mengakui insentif mereka yang sudah dibayar sampai Juli 2020 saja, selebihnya belum. “Kalau Agustus sampai Desember 2020 total insentif nakes RSDI Banjarbaru itu Rp 10 M kurang dikit,” katanya. (27/4/2021).

Sementara untuk nakes yang diusulkan ada sekitar 190 an dan semua sama belum dibayarkan. Firman menjelaskan, penghargaan diberikan karena nakes menjadi petugas garda terdepan atas resiko keterpaparan terhadap pasien covid-19.

“Dengan belum jelasnya pencairan jelas nakes ngeluh karena itu salah satu yang sangat diharapkan. Selama ini kan sudah kerja luar biasa menangani pasien covid dengan segala resikonya,” ucapnya.

Pemberian insentif itu merujuk Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang insentif dan dana santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani virus Corona.

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif tenaga medis Covid-19 telah ditetapkan batas maksimalnya, yaitu Dokter Spesialis Rp15 juta, Dokter Umum dan Gigi Rp10 juta, Bidan dan Perawat Rp7,5 juta, dan Tenaga Medis Lainnya Rp5 juta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.