Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com — Anggota DPRD Kota Banjarbaru dari Daerah Pemilihan (Dapil) Liang Anggang, Siska Monalisa, menegaskan bahwa pembangunan rumah panggung di kawasan rawa dan rawan banjir bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah berjalan nyata di lapangan.
Siska mengungkapkan, hingga saat ini dua unit rumah panggung telah rampung dibangun, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian, tepatnya pemasangan jendela. Selain itu, pada tahun anggaran berjalan, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan pembangunan sepuluh unit rumah panggung tambahan.
“Ini penting saya luruskan. Rumah panggung ini bukan rencana ke depan, tapi sudah dilaksanakan. Dua rumah sudah selesai, satu masih proses, dan tahun ini ada sepuluh unit yang dianggarkan. Jadi yang saya sampaikan ke publik adalah fakta lapangan,” tegas Siska.
Menurutnya, karena pembangunan sudah berjalan, maka kebijakan dan regulasi terkait rumah panggung harus segera dipertegas, agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan ke depan.
Siska menilai, pembangunan rumah panggung merupakan bentuk adaptasi nyata terhadap kondisi kawasan rawa serta kerawanan banjir, khususnya di wilayah Liang Anggang dan sekitarnya.
Tanpa regulasi yang jelas, pemerintah daerah dikhawatirkan hanya akan terus menangani dampak banjir setiap tahun, tanpa menyentuh akar persoalan.
“Ketika praktik di lapangan sudah ada, maka regulasinya tidak boleh tertinggal. Ini demi kepastian bagi masyarakat dan agar penanganan banjir tidak terus berulang setiap tahun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program pembangunan rumah panggung tersebut merupakan bagian dari bantuan Pemerintah Kota Banjarbaru yang dianggarkan secara resmi, serta merupakan arahan langsung dari Wali Kota Banjarbaru untuk segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
“Ini juga bantuan dari Ibu Wali Kota yang sudah dianggarkan. Arahan beliau jelas agar diteruskan ke dinas terkait supaya rumah warga yang terdampak banjir bisa segera ditangani,” kata Siska.
Sebagai wakil rakyat dari daerah terdampak, Siska menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan perumahan yang berpihak pada keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor agar penataan kawasan rawa dilakukan secara lebih terencana.
“Jadi sebenarnya, pemerintah yang baru ini bukan lagi bicara wacana, tapi kerja nyata yang sudah berjalan,” pungkasnya.
























