Kalsel, BeritaBanjarbaru.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, melalui Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri atas penyelenggaraan Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat H. Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (8/12/2025).
Fahrurazi menjelaskan, rakor ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan di sektor kesehatan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.
Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan harus menjadi dasar dalam setiap program pembangunan.
“Seluruh program pembangunan hendaknya mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Mengusung tema “Implementasi Kebijakan Kabupaten/Kota Sehat untuk Mewujudkan Kalimantan Selatan Sehat,” pertemuan ini juga dihadiri perangkat daerah terkait, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat, serta Forum Kabupaten/Kota Sehat.
Sekda menilai rakor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat inovasi serta sinergi dalam penyelenggaraan program Kabupaten/Kota Sehat.
Pendekatan tersebut, katanya, membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan kerja sama sektor terkait guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan produktif.
Ia berharap seluruh peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai indikator tatanan Kabupaten/Kota Sehat agar implementasinya lebih terukur dan sejalan dengan standar nasional.
Program Kabupaten/Kota Sehat mencakup sembilan tatanan utama, yaitu:
1. Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri
2. Permukiman dan Fasilitas Umum
3. Satuan Pendidikan
4. Pasar
5. Tempat Kerja
6. Pariwisata
7. Transportasi dan Tertib Lalu Lintas
8. Perlindungan Sosial
9. Pangan dan GiziKesembilan tatanan tersebut menjadi indikator penilaian bagi daerah yang ingin meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat.
Karena itu, Sekda menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan antarperangkat daerah agar program kesehatan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kesuksesan pencapaian indikator Kabupaten/Kota Sehat hanya bisa diraih melalui komitmen bersama dan kolaborasi berkelanjutan di semua tingkat pemerintahan,” pungkasnya.
























