Indeks

KONSEP “PIT STOP” JADI STRATEGI RSD IDAMAN BANJARBARU HADAPI AKREDITASI 2026

Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com — Persiapan menghadapi survei akreditasi 2026 tidak ingin dijalani Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru sekadar sebagai rutinitas administratif. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarbaru itu justru mengemas persiapannya dengan konsep berbeda melalui kegiatan “Pit Stop Pra Akreditasi 2026”.

Konsep tersebut mengadopsi sistem kerja dalam dunia balap mobil. Setiap kru dituntut bergerak cepat, tepat dan kompak sesuai perannya untuk memastikan kendaraan kembali ke lintasan dalam kondisi optimal.

Semangat serupa diterapkan RSD Idaman untuk memastikan seluruh lini rumah sakit siap menghadapi survei akreditasi. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, 27 Juli hingga 4 Agustus 2026, di Aula Besar Lantai 4 RSD Idaman itu bahkan diwajibkan bagi seluruh insan rumah sakit.

Bukan hanya dokter dan perawat yang mengikuti pembekalan. Petugas keamanan hingga personel cleaning service dari PT BSM juga dilibatkan.

Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena kualitas pelayanan dan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit.

“Dalam pelayanan kesehatan, keselamatan dan kenyamanan pasien tidak hanya bergantung pada dokter atau perawat, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh lini,” ujar Danny.

Menurutnya, petugas keamanan maupun kebersihan juga menjadi bagian penting karena mereka merupakan salah satu pihak yang berinteraksi langsung dengan pasien dan masyarakat.

Karena itu, pemahaman mengenai standar akreditasi dinilai tidak boleh hanya dikuasai tenaga kesehatan tertentu.

“Petugas keamanan dan kebersihan adalah garda terdepan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, pemahaman standar akreditasi harus merata di semua tingkatan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya duduk menerima materi. Mereka secara bergantian bergerak mengitari 10 station yang telah disiapkan. Setiap station memberikan pembekalan berbeda, mulai dari teori, praktik langsung hingga simulasi.

Sejumlah aspek penting yang menjadi materi di antaranya Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pengelolaan dan Penggunaan Obat (PKPO), serta Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (MRMIK).

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai hak pasien dan keluarga hingga simulasi Code Blue dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Metode tersebut dirancang agar standar akreditasi tidak berhenti sebagai dokumen atau hafalan ketika survei berlangsung. Sebaliknya, standar tersebut diharapkan benar-benar diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Danny menilai kesamaan pemahaman seluruh pegawai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun pelayanan rumah sakit yang aman.

“Melalui metode ini, seluruh karyawan diajak menyamakan persepsi agar penerapan standar pelayanan tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas, melainkan budaya kerja sehari-hari,” jelasnya.

Komitmen tersebut kemudian mendapat apresiasi dari manajemen RSD Idaman. Sejumlah peserta yang dinilai aktif dan serius mengikuti rangkaian kegiatan mendapatkan doorprize dalam apel pagi, Senin (10/8/2026).

Lima karyawan yang menerima apresiasi tersebut yakni Ns. Meiratih Yumna, Fitratin Nisa, AMK, Eva Erminasari, S.Farm., Apt, Ade Kusuma Wardiah, A.Md.Gz, dan Noorlina.

Danny mengatakan pemberian apresiasi tersebut bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk penghargaan terhadap keterlibatan seluruh insan rumah sakit dalam mempersiapkan diri menghadapi survei akreditasi.

“Penghargaan ini adalah apresiasi atas komitmen seluruh insan RSD Idaman. Kami optimistis, dengan kekompakan dan kesiapan yang matang, RSD Idaman siap menghadapi survei akreditasi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan aman bagi masyarakat Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

Exit mobile version