Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Di tengah meningkatnya aktivitas karhutla, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan asap. Perlindungan diri dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Direktur RSD Idaman Banjarbaru, Dr Danny Indrawardhana, mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap.
Menurutnya, apabila masyarakat terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang perlu dilakukan.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat untuk mengurangi masuknya asap dan partikel ke dalam ruangan.
“Yang paling penting adalah masyarakat mengenali kondisi lingkungan dan melakukan langkah perlindungan diri ketika kualitas udara terdampak asap karhutla,” ujar Danny.
RSD Idaman juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencukupi kebutuhan istirahat serta mengonsumsi makanan bergizi guna menjaga kondisi tubuh.
Langkah sederhana lainnya yang tidak kalah penting adalah rutin mencuci tangan, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.
Dalam edukasi yang disampaikan melalui media sosial RSD Idaman Banjarbaru, masyarakat juga diberikan panduan penggunaan masker yang baik dan benar.
Masker harus dipastikan dalam kondisi bersih dan tidak rusak. Penggunaannya harus menutupi hidung, mulut hingga dagu. Bagian kawat pada masker juga perlu ditekan mengikuti bentuk hidung agar masker terpasang lebih rapat.
Setelah digunakan, masker sekali pakai dianjurkan dilepas dengan memegang bagian tali atau karetnya, kemudian dibuang ke tempat sampah tertutup.
Danny menegaskan, pencegahan menjadi langkah penting agar paparan asap tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius. Masyarakat pun diminta tidak hanya menggunakan masker, tetapi juga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Jangan menunggu muncul keluhan kesehatan. Upaya perlindungan sebaiknya dilakukan sejak masyarakat mulai terpapar asap,” katanya.
RSD Idaman Banjarbaru turut mengajak masyarakat mendukung upaya pencegahan dan pemadaman karhutla. Sebab, semakin cepat kebakaran ditangani, semakin kecil pula risiko masyarakat terpapar asap dalam waktu lama.
