Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus berupaya meningkatkan akurasi dan integrasi data sektor perumahan.
Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pendataan Perumahan di Wilayah Perdesaan, Perkotaan, dan Pesisir” yang berlangsung selama dua hari.
Plt. Kepala Dinas Perkim Kalsel, Mursyidah Aminy, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya pendataan yang valid dan terstandar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan perumahan di daerah.
“Data yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan program agar tepat sasaran. Melalui FGD ini, diharapkan muncul kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pendataan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan,” ujar Mursyidah, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan data perumahan daerah dengan sistem nasional milik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga kebijakan pembangunan dapat dilakukan secara terpadu.
FGD menghadirkan narasumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, antara lain Hari Rubiyanto, Direktur Sistem dan Strategi Pembangunan Perumahan Perdesaan, serta Tati Meilani Kacaribu, Direktur Sistem dan Strategi Pembangunan Perumahan Perkotaan.
Selain menghadirkan para pakar, kegiatan juga diikuti oleh perwakilan dari Bappeda Provinsi Kalsel, Dinas Perkim Kabupaten/Kota, serta instansi vertikal terkait lainnya.
Mursyidah berharap hasil dari diskusi ini mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mempercepat program perumahan rakyat.
“Dengan data yang valid dan terintegrasi, kita bisa memastikan pembangunan perumahan berjalan lebih efektif serta menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pendataan perumahan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan demi terwujudnya permukiman layak huni di seluruh wilayah Banua.


























