BANJARBARU, Beritabanjarbaru.com – Rencana pembangunan Sentra UMKM di Kota Banjarbaru mulai dimatangkan. Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan fasilitas yang diproyeksikan menjadi pusat promosi dan pemasaran produk usaha lokal tersebut dapat mulai beroperasi pada 2029.
Tak sekadar menjadi tempat memajang produk, Sentra UMKM diharapkan mampu membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi produk unggulan Banjarbaru.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskompumnaker) Banjarbaru, Sartono mengatakan, berbagai produk lokal nantinya akan ditampilkan di fasilitas tersebut, mulai dari kerajinan hingga aneka produk kuliner.
“Pokoknya apa yang diproduksi UMKM di Banjarbaru akan kita pamerkan di Sentra UMKM,” ujar Sartono.
Menariknya, dalam proses perencanaan, Pemko Banjarbaru tidak ingin berjalan sendiri. Sejumlah organisasi dan komunitas yang berkaitan langsung dengan dunia usaha serta ekonomi kreatif bakal dilibatkan.
Di antaranya komunitas UMKM, Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banjarbaru, hingga Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Banjarbaru.
Pelibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting agar konsep pembangunan hingga pola pengelolaan sentra benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
“Agar nantinya Sentra UMKM ini benar-benar berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Banjarbaru,” katanya.
Sartono mengungkapkan, sejumlah aspek telah menjadi bahan pembahasan bersama para pemangku kepentingan. Mulai dari aksesibilitas lokasi, dampak sosial dan ekonomi, skema pengelolaan, hingga fasilitasi legalitas produk UMKM.
Aspek legalitas menjadi salah satu perhatian karena keberadaan sentra tersebut diharapkan tidak hanya membantu memasarkan produk, tetapi juga mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas dan kesiapan produknya untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, kemungkinan keterlibatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarbaru masih akan dijajaki lebih lanjut. Hal ini mengingat Dekranasda memiliki keterkaitan dengan pengembangan produk kerajinan daerah.
Meski target operasional telah ditetapkan pada 2029, Sartono menyebut realisasinya tetap bergantung pada kelancaran tahapan pembangunan dan tidak adanya kendala dalam prosesnya.
Dengan melibatkan berbagai unsur sejak tahap perencanaan, Pemko Banjarbaru berharap Sentra UMKM nantinya tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat pengembangan usaha, promosi produk lokal, dan penggerak ekonomi kreatif daerah.












