Kalimantan Selatan, BeritaBanjarbaru.com – Hasnuryadi Sulaiman kembali dipercaya memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Selatan periode 2026–2030. Memasuki periode kedua kepemimpinannya, tantangan besar menanti, mulai dari memperkuat pembinaan klub hingga melahirkan pesepak bola Banua yang mampu bersaing di level nasional.
Kepercayaan tersebut diperoleh Hasnuryadi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (26/10/2026) siang.
Kongres diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota dan 12 klub sepak bola. Setelah keputusan kongres disepakati seluruh peserta, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyerahkan bendera pataka kepada Hasnuryadi sebagai simbol kepemimpinan organisasi.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, mantan Bupati Tanah Laut H. Sukamta, serta Wakil Ketua DPRD Kalsel H. Alpiya Rakhman.
Kembali dipercaya memimpin PSSI Kalsel, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan. Namun, ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi sepak bola Banua.
Sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, ia menyatakan akan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar pembinaan pemain berjalan lebih terarah dan menjangkau daerah-daerah yang selama ini memiliki potensi sepak bola.
“Kami ucapkan kembali terima kasih atas amanah yang diberikan. Dari 13 kabupaten/kota, kemudian dari klub sepak bola sebanyak 12, dan ini menjadi catatan penting bagi kita. Harapan kami, sebagai pelayan rakyat di Pemerintah Provinsi Kalsel, kami akan berkeliling ke daerah-daerah,” tegas Hasnuryadi.
Jaring Bibit Pemain hingga ke Daerah
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Hasnuryadi adalah memperluas penjaringan pemain potensial di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, potensi sepak bola Banua tidak boleh hanya bertumpu pada daerah atau klub tertentu. Karena itu, PSSI Kalsel berencana turun langsung untuk melihat perkembangan pemain, memetakan kebutuhan pembinaan, serta mendorong klub mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan atlet berkualitas.
Klub diharapkan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mengembangkan akademi dan sistem pembinaan berjenjang sejak usia muda.
Perhatian juga perlu diberikan kepada pemain putra maupun putri agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meniti karier di dunia sepak bola profesional.
Hasnuryadi menilai, pembinaan yang konsisten menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan kemampuan Kalimantan Selatan melahirkan pemain berkualitas. Ia berharap semakin banyak talenta lokal yang mampu menembus kompetisi nasional hingga memperkuat tim nasional Indonesia.
“Atlet Banua pernah mengharumkan nama timnas Indonesia. Namun, saat ini masih kurang. Kita memiliki keyakinan bahwa ke depan akan mempunyai atlet sepak bola dari Kalsel,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan PSSI Kalsel periode 2026–2030 untuk memastikan potensi pemain daerah tidak berhenti sebagai kebanggaan lokal, tetapi memperoleh jalur pembinaan yang jelas menuju level kompetisi lebih tinggi.
PSSI Pusat Tekankan Kebersamaan
Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perkembangan organisasi sepak bola di Kalimantan Selatan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir kepada Hasnuryadi atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin PSSI Kalsel.
Yunus menilai dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, seluruh elemen sepak bola perlu menjaga kebersamaan dan memperkuat sinergi agar program pembinaan serta peningkatan prestasi dapat berjalan berkelanjutan.












