banner 728x250

UBAH PARADIGMA WARGA, DLH BANJARBARU WAJIBKAN PILAH SAMPAH DARI RUMAH

banner 468x60

Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru mulai mengubah pola pengelolaan sampah dengan mewajibkan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Kebijakan ini menjadi konsekuensi penghentian sistem open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang yang mulai 1 Agustus 2026 hanya menerima sampah residu.

Example 300x600

Program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Guntung Paikat, Kamis (16/7/2026), dipimpin Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, didampingi Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firman.

Shanty menegaskan, perubahan sistem pengelolaan sampah di TPA menuntut perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, pemilahan sampah dari sumber menjadi kunci agar sistem controlled landfill maupun sanitary landfill dapat berjalan efektif.

“Pengelolaan sampah dengan sistem open dumping sudah tidak diperbolehkan. Karena itu, masyarakat harus mulai memilah sampah dari rumah agar hanya sampah residu yang masuk ke TPA,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, Kecamatan Banjarbaru Selatan ditetapkan sebagai wilayah percontohan. Empat kelurahan, yakni Guntung Paikat, Sungai Besar, Kemuning, dan Loktabat Selatan, mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Dalam skema tersebut, sampah organik akan diangkut setiap hari, sedangkan sampah anorganik dijemput sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

DLH juga menerapkan aturan tegas. Sampah yang tidak dipilah sejak dari rumah tidak akan diangkut ke Pusat Daur Ulang (PDU), karena TPA Gunung Kupang nantinya hanya menerima sampah residu.

“Kami bersyukur mendapat dukungan dari kecamatan, kelurahan hingga masyarakat. Uji coba perubahan perilaku sudah mulai berjalan dan akan terus kami evaluasi,” kata Shanty.

Sementara itu, Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firman memastikan seluruh kelurahan di wilayahnya siap mendukung program tersebut melalui sosialisasi yang lebih masif.

Ia menyebut sejumlah kawasan, seperti Komplek Cahaya Ratu Elok di Kelurahan Sungai Besar, Komplek Bina Karya dan Berlina Jaya di Loktabat Selatan, serta Jalan Listrik II di Guntung Paikat, telah mulai menerapkan pemilahan sampah dari rumah.

“Sejumlah RT sudah bergerak lebih dulu. Tantangan terbesar adalah mengubah budaya dan pola pikir masyarakat. Karena itu, edukasi harus terus dilakukan agar program ini benar-benar menjadi kebiasaan warga,” ucap Firman.

banner 325x300
banner 120x600