Kalimantan Selatan, BeritaBanjarbaru.com – Kemarau panjang dan keterbatasan air tak menyurutkan Kelompok Tani Banyumas Karya Tani di Desa Alimukim, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, untuk menghasilkan bawang merah. Keberhasilan panen ini mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menyiapkan dukungan bagi keberlanjutan usaha tani kelompok tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, H Syamsir Rahman, mengapresiasi keberhasilan petani yang tetap mampu memanen bawang merah di tengah kondisi cuaca yang menantang. Apresiasi itu disampaikannya saat menghadiri syukuran panen bawang merah di Desa Alimukim.
Menurut Syamsir, capaian tersebut menunjukkan bahwa usaha dan ketekunan petani menjadi modal penting untuk menjaga produksi pangan, bahkan ketika menghadapi kemarau panjang dan kesulitan air.
“Pada musim kemarau yang panjang seperti ini, ketika kita kesusahan air, mereka masih bisa panen. Ini luar biasa, menjadi kekuatan usaha dan kekuatan doa yang dilakukan kelompok tani,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui bantuan Gubernur H Muhidin menyalurkan bibit bawang merah beserta perlengkapannya melalui bidang hortikultura. Pemerintah juga membuka peluang untuk membantu mengatasi berbagai kekurangan yang disampaikan kelompok tani dalam diskusi bersama.
Syamsir berharap bantuan tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan panen saat ini, tetapi juga mendorong petani melanjutkan budidaya bawang merah secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan hortikultura memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Produksi lokal yang terjaga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar dan mengurangi tekanan terhadap harga komoditas pangan.
“Petani tidak boleh menyerah. Petani harus tetap berkarya dan berusaha memenuhi swasembada pangan kita. Kebutuhan pangan ini sampai kapan pun akan selalu ada, sehingga pangan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia pun mendorong petani di Kabupaten Banjar untuk terus mengembangkan usaha pertanian dengan memanfaatkan dukungan pemerintah serta pendampingan dari berbagai pihak.
Dinas Pertanian Banjar Perkuat Pendampingan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, turut mengapresiasi upaya Kelompok Tani Banyumas Karya Tani yang mampu menghasilkan bawang merah di tengah musim kemarau.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi capaian positif, terlebih kegiatan budidaya itu turut mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penguatan produksi pangan lokal.
Warsita menjelaskan, pemerintah kabupaten telah melakukan pendampingan sejak awal, termasuk memberikan dukungan alat dan mesin pertanian untuk membantu kegiatan budidaya.
“Kelompok tani ini memiliki usaha yang luar biasa. Pada musim kemarau seperti sekarang, mereka masih bisa menghasilkan bawang merah. Saya kira ini sangat luar biasa,” kata Warsita.
Adapun bantuan yang telah diberikan meliputi satu unit traktor dan dua unit kultivator. Sarana tersebut diharapkan membantu petani dalam mengolah lahan dan meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian.
Syukuran panen itu turut dihadiri jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, unsur kecamatan, TNI-Polri, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar Hj Helda Rina, kelompok tani, serta unsur pemerintah desa.
Keberhasilan panen di Desa Alimukim menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok tani. Dukungan bibit, sarana pertanian, serta pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produksi di tengah tantangan cuaca sekaligus memperkuat pasokan bawang merah untuk kebutuhan masyarakat.
