Indeks

KABUT ASAP KARHUTLA MENGINTAI, PEMPROV KALSEL FOKUS LINDUNGI KELOMPOK RENTAN

Kalimantan Selatan, BeritaBanjarbaru.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat langkah perlindungan masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama paparan kabut asap.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, mengatakan penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan. Edukasi dan pencegahan dinilai menjadi bagian penting untuk menekan risiko paparan asap.

“Dalam menghadapi karhutla, masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan menjadi bagian yang sangat penting. Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat mengetahui risiko paparan kabut asap dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan,” ujar Diauddin di Banjarbaru, Selasa (15/9/2026).

Melalui UPTD Pelayanan Kesehatan, Edukasi dan Komunikasi (PKEK), Dinkes Kalsel menyasar berbagai kelompok masyarakat dalam edukasi kesiapsiagaan menghadapi musim karhutla.

Edukasi dilakukan mulai dari lingkungan sekolah, pondok pesantren hingga kelompok lanjut usia. Di antaranya di Tahfidzul Qur’an Terpadu An Najah Cindai Alus, Pondok Modern An Najah Putri Kabupaten Banjar, SMP dan SMA Tahfidz Qur’an Taman Cinta Al-Qur’an Kabupaten Barito Kuala, serta Panti Werdha Suaka Kasih.

Diauddin mengatakan perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Kelompok rentan harus mendapatkan perhatian lebih. Karena itu, edukasi kami tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak-anak di sekolah, santri, tenaga pengajar hingga penghuni panti werdha,” katanya.

Selain edukasi, Dinkes Kalsel juga membagikan masker dan leaflet Siaga Karhutla sebagai bagian dari dukungan perlindungan diri.

Di Tahfidzul Qur’an Terpadu An Najah dan Pondok Modern An Najah Putri masing-masing diberikan 10 boks masker. Sementara SMP dan SMA Tahfidz Qur’an Taman Cinta Al-Qur’an masing-masing mendapatkan empat boks masker beserta leaflet Siaga Karhutla.

Adapun di Panti Werdha Suaka Kasih, edukasi diberikan kepada seluruh 21 penghuni panti dan disertai pembagian empat boks masker.

Menurut Diauddin, masyarakat perlu segera mengurangi paparan ketika kondisi udara mulai terdampak asap. Salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika asap semakin pekat.

“Masker merupakan salah satu bentuk perlindungan diri yang perlu digunakan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi berasap. Namun yang tidak kalah penting adalah mengurangi paparan, terutama bagi kelompok rentan,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap. Batuk, sesak napas, iritasi mata maupun keluhan lain yang semakin berat perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi menjadi parah. Apabila muncul keluhan kesehatan, segera berkonsultasi atau mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Diauddin.

Diauddin menegaskan, menghadapi dampak karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama. Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan melalui edukasi dan pelayanan kesehatan, sementara masyarakat diharapkan aktif menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mengurangi risiko kesehatan akibat karhutla. Pemerintah hadir melalui edukasi dan pelayanan kesehatan, sementara masyarakat juga harus aktif melindungi diri dan keluarganya,” pungkasnya.

Exit mobile version