Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Menghadapi cuaca kemarau terik yang melanda belakangan ini, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru membagikan panduan dan tips kesehatan penting bagi masyarakat agar tetap aman beraktivitas di luar ruangan.
Melalui edukasi yang disusun oleh tim medis RSD Idaman, dr. William Saputra Sapang, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap risiko dehidrasi hingga gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, menyampaikan bahwa menjaga asupan cairan dan membatasi paparan sinar matahari langsung menjadi kunci utama menjaga stamina tubuh di tengah kondisi cuaca saat ini.
Berikut adalah poin-poin imbauan kesehatan dari RSD Idaman Kota Banjarbaru:
Rutin Mengonsumsi Air Putih
Masyarakat disarankan untuk meminum air putih sebanyak 200–250 ml setiap 15–20 menit saat beraktivitas di luar ruangan. Kebutuhan cairan harian orang dewasa berkisar antara 2–3 liter per hari, yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan berat badan.
Memantau Warna Urin untuk Cek Hidrasi
Salah satu cara termudah untuk mengecek kecukupan cairan tubuh adalah dengan memperhatikan warna urin. Warna kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Jika banyak berkeringat, disarankan menambah asupan minuman berelektrolit seperti air kelapa atau oralit, serta menghindari minuman tinggi kafein dan pemanis buatan.
Membatasi Aktivitas di Jam Terik
Masyarakat diimbau menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terpanas, yaitu antara pukul 10.00 hingga 15.00 WITA. Apabila harus beraktivitas di luar, sempatkan untuk beristirahat di tempat yang teduh selama 10–15 menit setiap 45–50 menit bekerja.
Menggunakan Pakaian dan Pelindung Diri yang Sesuai
Gunakan pakaian longgar, tipis, berwarna terang, serta berbahan menyerap keringat seperti katun atau linen. Selain itu, lengkapi diri dengan pelindung seperti topi bertepi lebar atau payung untuk melindungi area kepala dan leher.
Melalui langkah-langkah pencegahan sederhana ini, RSD Idaman Banjarbaru berharap masyarakat dapat tetap produktif beraktivitas tanpa mengabaikan kondisi kesehatan tubuh di musim kemarau.
