Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Lompatan besar ditorehkan Kota Banjarbaru. Di tengah persaingan ketat antar daerah, realisasi investasi justru melejit hingga Rp1,03 triliun sepanjang 2025—angka tertinggi sepanjang sejarah. Kunci utamanya: perizinan dipangkas, pelayanan dipercepat, dan kepercayaan investor meroket.
Di balik capaian itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tampil sebagai penggerak utama. Reformasi layanan yang dilakukan tidak lagi sebatas administratif, tetapi menyasar langsung akar persoalan klasik investasi: birokrasi lambat dan tidak pasti.
Melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan digitalisasi berbasis risiko, proses perizinan kini berubah drastis—lebih cepat, transparan, dan minim hambatan. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Banjarbaru semakin ramah terhadap dunia usaha.
“Sekarang izin jauh lebih mudah dan pasti. Ini yang membuat Banjarbaru semakin dilirik,” ungkap perwakilan DPMPTSP.
Peran DPMPTSP tak lagi sekadar loket perizinan. Lembaga ini kini menjadi “mesin” penggerak transformasi ekonomi daerah, sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
Dalam RPJMD 2025–2029, DPMPTSP memfokuskan langkah pada penguatan iklim investasi, promosi penanaman modal, hingga pengendalian realisasi investasi. Targetnya jelas: bukan hanya mengejar angka, tetapi memastikan investasi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Artinya, setiap investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan usaha, dan meningkatkan daya saing daerah.
Gebrakan pelayanan terus dilakukan. DPMPTSP menghadirkan inovasi jemput bola bagi UMKM, layanan prioritas untuk difabel dan lansia, hingga integrasi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Tak hanya itu, digitalisasi layanan membuat pengurusan izin kini bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus antre di kantor. Langkah ini secara langsung memangkas waktu dan biaya, dua faktor yang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha.
Lonjakan investasi didorong oleh sektor jasa, perdagangan, dan properti yang tumbuh pesat. Aktivitas transportasi dan logistik juga ikut terdongkrak seiring meningkatnya mobilitas ekonomi.
Di sisi lain, sektor potensial seperti ekonomi kreatif, kuliner, hingga pertanian di wilayah pinggiran mulai didorong untuk memperluas basis ekonomi Banjarbaru.
Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menegaskan dampak nyata dari seiring meningkatnya mobilitas ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka.
“Masuknya investasi triliunan rupiah bukan sekadar angka. Dampaknya mulai terasa—PDRB meningkat, lapangan kerja terbuka, dan UMKM ikut tumbuh sebagai efek berganda dari aktivitas ekonomi”ujar Lisa.
DPMPTSP juga memastikan investasi tidak berhenti di atas kertas. Pengawalan dilakukan secara aktif agar setiap proyek benar-benar berjalan dan berkembang.
Meski capaian moncer, tantangan belum sepenuhnya selesai. Ketersediaan lahan, kepastian tata ruang, hingga infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah.
Namun, Pemkot Banjarbaru tak tinggal diam. Percepatan RDTR, penyiapan proyek siap investasi, hingga promosi agresif terus dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan.Dengan Banjarbaru Makin Seksi di Mata Investor.
Dengan reformasi birokrasi yang konsisten dan tren investasi yang terus menanjak, Banjarbaru kini menjelma menjadi salah satu daerah paling prospektif di Kalimantan Selatan.
Pemerintah optimistis, dengan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Banjarbaru akan terus melaju sebagai kota maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi sesuai visi besar Banjarbaru EMAS.
