Kalimantan Selatan, BeritaBanjarbaru.com – Keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menekan angka stunting dan kemiskinan berbuah penghargaan dari pemerintah pusat. Dana insentif yang diterima kini dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan 17 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lengkap dengan fasilitas sanitasi di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, mengatakan dana tersebut merupakan insentif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada daerah yang dinilai berhasil menurunkan angka stunting dan kemiskinan.
“Karena Kalimantan Selatan berhasil menurunkan angka kemiskinan dan stunting, kita memperoleh dana insentif. Salah satu peruntukannya adalah pembangunan rumah RTLH yang lengkap dengan fasilitas sanitasi. Jumlahnya ada 17 unit dan berlokasi di Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Rahmiyanti, seluruh calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi bersama instansi terkait dengan mengacu pada data sasaran nasional. Kabupaten Tanah Laut diprioritaskan karena masih menjadi salah satu daerah dengan angka stunting yang relatif tinggi di Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan, pembangunan akan segera dimulai setelah anggaran perubahan disahkan dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2026.
“Mudah-mudahan proses pengesahan anggaran perubahan berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan. Target kami, seluruh 17 unit selesai pada Desember tahun ini,” katanya.
Rahmiyanti menuturkan program ini memiliki nilai bantuan yang lebih besar dibanding program peningkatan kualitas RTLH reguler.
Jika bantuan reguler hanya sebesar Rp20 juta untuk perbaikan atap, lantai, dan dinding, maka program khusus penanganan stunting ini memberikan bantuan senilai Rp32,5 juta per unit karena sudah mencakup pembangunan rumah yang dilengkapi fasilitas sanitasi layak.
“Nilai bantuannya lebih besar karena tidak hanya rumah, tetapi juga dilengkapi sanitasi sehingga mendukung terciptanya hunian yang sehat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, penyediaan rumah yang layak huni beserta sanitasi menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penurunan stunting. Lingkungan tempat tinggal yang sehat diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap manfaat keberhasilan menekan stunting dan kemiskinan tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui tersedianya hunian yang sehat, aman, dan layak.












