Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com — Lompatan besar ditorehkan Kota Banjarbaru dalam mewujudkan visi Banjarbaru Emas. Dalam satu tahun, jumlah UMKM melonjak drastis hingga 44,87 persen, dari 19.507 unit pada 2024 menjadi 28.260 unit di 2025—sebuah sinyal kuat kebangkitan ekonomi lokal yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Ledakan pertumbuhan ini bukan terjadi tanpa arah. Pemerintah kota bergerak agresif melalui berbagai program strategis, mulai dari inkubator bisnis hingga digitalisasi UMKM yang menyasar langsung pelaku usaha di lapangan.
Inkubator bisnis, misalnya, menjadi “mesin akselerasi” bagi wirausaha baru agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Tak hanya fokus pada kuantitas, kualitas UMKM juga digenjot. Ratusan pelaku usaha difasilitasi sertifikasi halal, perlindungan merek, hingga izin edar produk. Langkah ini mempertegas komitmen Banjarbaru dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga siap bersaing di pasar nasional bahkan global.
Di sisi lain, transformasi digital menjadi kunci utama. Pelatihan digital marketing, fotografi produk, hingga program lapak digital digencarkan untuk membekali pelaku UMKM menghadapi era ekonomi berbasis teknologi. Lebih dari 100 pelaku usaha telah merasakan dampaknya secara langsung.
Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong terwujudnya visi Banjarbaru Emas melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kualitas tenaga kerja. Berbagai program strategis telah dijalankan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Kepala dinas Koperasi Kota Banjarbaru Sartono menyampaikan bahwa pertumbuhan ini tidak terlepas dari berbagai program pembinaan, salah satunya melalui inkubator bisnis.
Program ini dirancang untuk mempercepat pengembangan usaha pemula dengan memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses terhadap sumber daya usaha. Saat ini, sebanyak 20 UMKM telah tergabung dalam program inkubator tersebut.
“Melalui inkubator bisnis, pelaku usaha mendapatkan mentoring langsung untuk mengatasi berbagai tantangan, sekaligus meningkatkan kapasitas manajemen dan pemasaran produk,” ujarnya.
Terobosan juga hadir melalui Sistem Informasi UMKM Daerah (SIMUDA), yang memungkinkan pendataan usaha secara real-time hingga tingkat kelurahan. Inovasi ini memperkuat fondasi kebijakan berbasis data yang lebih akurat dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah progresif tersebut, Banjarbaru tak sekadar berlari—tetapi melesat. Visi Banjarbaru Emas kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan arah nyata menuju kota dengan ekonomi mandiri, pelaku usaha tangguh, dan daya saing tinggi di era digital.
