Mon. Mar 1st, 2021

Banjarbaru –  Setahun sudah pandemi covid-19 melanda Indonesia dan dunia, begitu dengan rumah sakit daerah idaman (RSDI) kota banjarbaru, yang terus bergulat melawan dan merawat pasien yang disebabkan oleh virus corona ini.

Sebagai upaya penanganan dan penanggulangan covid-19, rumah sakit daerah (RSD) Idaman Banjarbaru ditetapkan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di kalimantan selatan melalui peraturan gubernur nomor 188.44/0204/kum/2020 tentang penetapan penambahan rumah sakit rujukan penanggulangan corona virus disease 2019 (covid-19). sebagai pengingat, pandemi covid-19 masih berlangsung hingga Februari 2021 di kota Banjarbaru.

Meski setahun lalu, RSD Idaman Banjarbaru memiliki banyak kendala untuk menangani pasien yang datang dengan ciri-ciri covid-19 ini. pasalnya, ini adalah wabah pertama kali, sehingga banyak ketidaktahuan informasi mengenai virus ini.

Namun sebagai garda terdepan dalam melawan covid 19 terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien yang terkonfirmasi corona virus disease 2019 atau disingkat covid-19.

Awalnya, rsdi banjarbaru tidak memiliki ruang isolasi khusus covid-19, petugas medis juga belum memiliki pengalaman penanganan covid-19. selain itu, saat itu untuk mendapatkan alat pelindung diri (apd) juga sangat susah.

Namun dengan semangat yang tinggi dari berbagai masalah yang dihadapi dalam penanganan kasus covid-19 tersebut, RSD Idaman Banjarbaru dan pemerintah kota Banjarbaru mengambil langkah dan kebijakan terkait penanganan pasien covid-19 di kota banjarbaru dan sekitarnya.

Masalah-masalah diawal yang dialami RSD Idaman seperti kelangkaan dan mahalnya apd sudah teratasi, dengan  adanya peraturan Presiden yang memungkinkan untuk membeli apd.

Usai berstatus sebagai rumah sakit rujukan, RSD Idaman langsung membentuk tim covid-19 dan melakukan upaya antisipasi dan kemungkinan para tenaga medis agar tak terkonfirmasi virus corona saat memberikan pelayanan di rumah sakit. program pencegahan covid-19 terhadap karyawan dan pelayanan medis pun dilaksanakan. langkah selanjutnya adalah teknis pelayanan yang diberikan kepada para pasien covid-19 dengan memulai menganalisa gejala untuk memastikan jenis penanganannya hingga pada tahap jika diperlukan penanganan lebih lanjut.

Sementara tim covid-19 terbentuk, RSD Idaman Banjarbaru mulai menginvertaris dan menganalisa segala keperluan penangangan pasien covid-19, mulai penyediaan ruangan khusus hingga ruang icu covid-19. hingga februari 2021, kondisi ruangan covid-19 masih tercukupi. hanya saja, ruang icu masih perlu dipertimbangkan  mengingat angka penyebaran covid-19 cenderung meningkat di awal tahun, khususnya usai bencana banjir yang melanda seabgaian wilayah di kalimantan selatan, termasuk Kota Banjarbaru.

Terkait  ketersediaan obat-obatan untuk pasien covid-19, stoknya masih terpenuhi. sedangkan tenaga medis yang disediakan RSD Idaman Banjarbaru diantaranya tenaga perawat khusus penanganan covid-19, dan dokter spesialis yang khusus menangani pasien covid-19. meski jumlah tenaga medis tercukupi, masih ada kendala pada jumlah tenaga perawat yang cukup membuat kewalahan saat penanganan.

“Awalnya kami tidak melakukan pembelian apd, karena harga dipasaran sangat tinggi melebihi harga perhitungan sementara yang kami miliki. namun setelah adanya peraturan presiden tersebut kami dapat membeli dan sementara mengesampingkan harga perhitungan sementara,” ujar kepala bagian tata usaha RSD Idaman Banjarbaru, Muhammad Firmansyah. 

Begitu juga dengan keterbatasan ruangan isolasi dan icu covid, RSD Idaman mengambil kebijakan untuk menjadikan warehouse sebagai ruangan isolasi dan ICU khusus. 

Selanjutnya, untuk terus memberikan pelayanan penanganan pasien covid-19, RSD Idaman Banjarbaru membangun ruang isolasi dan icu covid-19.

“Akhirnya, ada 28 ruang khusus isolasi dan 8 ruang icu untuk menangani pasien covid-19,” jelas firman.

Selain itu, saat ini beberapa ruangan lain juga sudah siap dan dijadikan cadangan untuk penanganan kasus covid, jika semua ruang isolasi khusus penuh.

Tidak hanya itu saja, semua perawat juga sudah dilatih untuk penanganan kasus covid-19, dan kini semuanya sudah memiliki pengalaman dan kemampuan dalam penanganan pasien covid-19.

 “RSD Idaman juga melakukan perekrutan, karena menambah ruagan berarti juga hraus menambah perawat dan dokter,”pungkas  firman. (Ris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *