PTM TERBATAS DI BANJARBARU AKAN DILAKUKAN PADA 11 OKTOBER

Banjarbaru, BeritaBanjarbaru.com – Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin beserta Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono menghadiri Apel Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan Mitigasi Resiko, Kamis (7/10/2021). Sebelumnya, Wali Kota menyampaikan bahwa, sambil menunggu Instruksi Mendagri, Banjarbaru akan lakukan PTM terbatas. 

Lanjut Wali Kota, hal ini merupakan tindak lanjut dari menurunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjabaru menjadi level 2. 

“Pelaksanaan PTM terbatas ini pun akan dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan acuan SKB Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19. PTM menjadi pilihan bagi satuan pendidikan sebagai upaya mengurangi dampak negatif bagi peserta didik,” katanya.

Masih kata Wali Kota, diharapkan dalam proses PTM terbatas ini tidak akan muncul masalah yang dihadapi oleh satuan pendidikan, baik itu pendidik maupun peserta didik. Satuan pendidikan dapat menyiapkan beberapa alternatif, yang pada akhirnya akan terpilih satu bentuk yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Persiapan yang perlu dilakukan pada semua komponen yaitu persiapan kebijakan, sarana prasarana satuan pendidikan, warga satuan pendidikan, dan kesiapan orang tua peserta didik,” ucapnya.

Lebih jelas, Wali Kota mengatakan, Satuan tugas penanganan Covid-19 yang telah dibentuk memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ini. Dan untuk BPBD juga diharapkan bisa menyemprotkan desinfektan disetiap sokolah-sekolah piloting setiap dua hari sekali untuk sterilisasi ruangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Muhammad Aswan menyampaikan bahwa, PTM ini adalah sebuah gerakan bersama sehingga PTM ni diharapkan dapat menerapkan prokes untuk keselamatan anak didik kita. 

Dimana sebelum pembelajaran tatap muka ini ada beberapa hal yang telah di persiapkan diantaranya di lakukan piloting, kemudian setiap gugus sekolah ditetapkan untuk menjadi percontohan dan dibina untuk protokol kesehatannya sesuai dengan SKB empat Menteri. 

Tambah Aswan, untuk Vaksinasi telah dilakukan sebelum persiapan PTM sudan 90% tenaga pendidik Banjarbaru tervaksin. Sedangkan untuk siswa adalah sasarannya remaja yang usianya minimal 12 tahun yang berda di SMP dan SD kelas 5 dan 6 sebagian.

“Untuk siswa SMP yang usianya 12 sampai 15  ini ada terdapat di 25 sekolah di Kota Banjarbaru jadi dari 25 ini tinggal 4 sekolah lagi yang belum, dan hari ini akan dilaksanakan vaksin sehingga nanti semua sekolah sudah mendapat vaksin tahap pertama untuk sekolah SMP,” ujarnya.

Ada 25 SMP, 15 SD dan 14 TK/PAUd sebagai sekolah piloting PTM di Banjarbaru. Dan tanggal 11 Oktober akan dimulai PTM untuk sekolah-sekolah piloting.