WAWANCARA | NADJMI ADHANI:DARI PENDAFTARAN HINGGA KALAH TERHORMAT

0

 

Lebih sebulan ini, politik Banjarbaru demam. Suhu politik kadang meninggi seiring kian dekatnya Pilkada Banjarbaru 2020. Pernyataan-pernyataan sebagian pendukung sudah memenuhi ruang publik. Sebagian status para pendukung beraroma negatif dan penuh sindiran.

Kini, setidaknya masih dua pasangan yang akan bertarung, H Nadjmi Adhani – H Darmawan Jaya Setiawan dan HM Aditya Mufti Ariffin – H AR Iwansyah. Kemungkinan besar semakin dekat tenggat waktu Pilkada, akan muncul lagi pasangan baru.

Secara bergiliran, kami menemui dan berbincang dengan sosok-sosok yang akan bertarung pada Pilkada Banjarbaru 2020. Kali ini kami mewawancarai H Nadjmi Adhani. Ini merupakan wawancara khusus kedua www.BeritaBanjarbaru.com bersama Nadjmi. Dulu, Nadjmi berbincang dalam bingkai ulangtahun Kota Banjarbaru. Kali ini, Jumat (6/9) di ruang kerjanya, Nadjmi berbicara tentang Pilkada yang akan diikutinya bersama Darmawan Jaya Setiawan. Berikut petikan wawancaranya bersama jurnalis BeritaBanjarbaru.com, Rudy Azhary:

Kemarin, Anda dan Darmawan Jaya Setiawan mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI Perjuangan Banjarbaru. Apa langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya, pasti ada. Tetapi, kami ingin fokus dulu bertugas sebagai kepala daerah hingga akhir periode.

Melihat kondisi politik saat ini dengan adanya sosok lain yang juga akan maju pada Pilkada Banjarbaru 2020, pendapat Anda?

Nah, melihat kondisi yang terjadi saat ini, deklarasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota sudah dilakukan penantang, kami tentu akan bersikap sama. Kami deklarasikan juga. Kemudian  jalur politik apa yang akan diambil selanjutnya, tentu kedatangan kami berdua ke sekretariat DPC PDI Perjuangan kemarin sebagai simbol penghargaan dan penghormatan kami ke partai politik. Kami, masih menghargai partai politik dengan tidak mengirimkan utusan dan datang sendiri mengambil formulir itu.

Saat ini kan yang resmi membuka PDIP. Dan jika semua membuka, kami akan mengambil formulir itu ke semua partai politik. Jujur, Nadjmi-Jaya bukan anti politik. Jika pun kami maju jalur independen, itu akan kami pikirkan. Inshaa Allah dengan dukungan partai seperti lima tahun lalu.

Bagaimana dengan Partai Golkar dan PPP? Apakah Anda akan melamar ke partai itu juga?

Soal Golkar dan PPP, jika partai itu membuka, kami akan mendaftar juga. Kami akan mendaftar ke semua partai. Saya masih sebagai kader Golkar. Begitu dengan Pak Jaya sebagai kader PPP. Jadi, tidak menutup kemungkinan untuk itu. Toh, pada akhirnya masyakarat juga yang akan menentukan.

Melihat hasil Pileg 2019, partai mana yang kemungkinan akan mencalonkan Anda dan Darmawan Jaya?

Proses Pileg kemarin memberikan pelajaran bagi kita semua. Penyelenggaraan Pilpres dan Pileg serentak itu akan berdampak pada perolehan suara partai. Gerindra, mendapat efek ekor jas dengan jumlah kursi terbanyak. Dan itu terjadi di beberapa kabupaten kota di Kalsel yang dimenangkan pasang 02. Dampaknya terasa.

 

Apakah Pileg dan Pilkada akan sama?

Kami berkeyakinan pengaruh itu tetap ada. Meski tidak signifikan. Relatif kecil dan tak sekuat saat itu karena waktu yang tidak bersamaan. Pilkada akan datang beda. Meski dukungan masih ada dan tidak sekuat Pileg kemarin, kami enjoy-enjoy saja. Orang mau seperti apa, kami tetap enjoy. Kami di posisi petahana tentu akan menyampaikan bagaimana progres kinerja, pencapaian, keberhasilan, dan pembangunan. Termasuk janji-janji yang pernah kami sampaikan sudah terpenuhi. Beda petahana dengan penantang. Kalau penantang, pasti mencari celah dan titik lemah kami. Dan itu, wajar saja. Kami akan fokus menyelesaikan pekerjaan kami.

Hasil Pileg beberapa partai politik mendapatkan hasil berbeda-beda. Gerindra misalnya mendapat kursi Ketua DPRD Banjarbaru. PKS mendapat tambahan satu kursi. NasDem tanpa Ketua bisa memeroleh empat kursi. Anda akan merapat kemana?

Begini kita tuntaskan tugas kepala daerah saja dulu lah. Saran memang ada dari rekan-rekan. Untuk mengambil sikap atau memilih meninggalkan. Tapi, semua kan masih abu-abu. Kecuali, SK sudah di tangan dan ada komitmen bagaimana membesarkan partai. Tentunya jika SK sudah dipegang. Nah, kita tunggu situasi saja lah.

Apa yang Anda rasakan saat awal menjadi Walikota dan sekarang di akhir masa jabatan?

Begini, saya dibesarkan dari birokrat. Setahu saya bekerja sesuai aturan saja. Meskipun jabatan kepala daerah adalah jabatan politis. Termasuk soal adanya dukungan politik. Sebab itu saya mencoba berkomunikasi baik dengan semua orang. Style saya tidak mendewakan atau merendahkan orang. Saya barada pada porsi yang wajar saja. Saya pikir, sepanjang program kami baik, partai tidak mungkin mengkhianati rakyat. Masa program baik ditebang partai? Kan tidak mungkin.

Nah, saya mencoba untuk memenuhi janji. Karena janji saya adalah janji yang baik. Kita lihat saat ini hampir semua pelayanan seperti pendidikan, kesehatan, kelurahan, kependudukan, dan perekenomian, semua terjadi perubahan. Termasuk pembangunan dan infrastruktur. Kalau memang kami dianggap tidak baik dan macam-macam, bisa saja warga tidak memilih kami. Jika sebagian besar menganggap baik, jangan pilih yang coba-coba.

Memertahankan kekuasaan lebih sulit dibanding meraihnya?

Saya diajarkan untuk hidup menjaga kestabilan emosi. Senang tidak berlebihan, sedih pun demikian. Seperti yang diajarkan Rasul. Sewajarnya saja. Kalau kita kembalika kita hanya menjalani saja. Misal Nadjmi dua periode, kita hanya menyiasati agar lebih baik saja. Maka dari itu, visi-misi yang akan datang adalah keberlanjutan saat ini.

Saya memegang janji. Ada 9 janji saya. Alhamdulilah, semua dapat terealisasi. Misalnya, penutupan prostitusi. Bahkan, ada bonus pula, pengurangan karoeke yang bermasalah. Itu jelas lah bagian perubahan karakter yang kami jaga.

 

 

Pian melihat lah Walikota pian ini tidak pernah neko-neko atau macam-macam. Jabatan itu amanah. Mudahan ada kebaikan bagi saya. Menjadi bekal kita. Tidak juga berlebihan, marah-marah ke orang, mengajak berkelahi, petantang-pententeng sama orang. Tidak ada yang istimewa dengan hal itu. Nadjmi-Jaya punya karakter sama. Tidak ada yang istimewa. Siapa tahu? Umur tidak panjang. Ulun hanya ingin dikenang dengan baik oleh masyarakat.

Jika keinginan Anda tak terpenuhi untuk menjabat dua periode, apa yang akan Anda lakukan?

Saya selalu mengatakan Banjarbaru adalah kota masa depan di Kalsel. Kota Idaman yang ideal untuk hidup dan tempat tinggal. Saya harap kita kawal semua. Contoh, Banjarbaru diwarisi dengan rancangan kota dan tata ruang yang bagus. Nah, saya ingin mewariskan hal sama dengan Aero City. Itu 5600 hektar. Kalau Van der Pijl merancang sekitar 1000 hektar. Rudy Resnawan 500 hektar perkantoran provinsi. Jadi kita ingin meninggalkan sesuatu. Makanya saya menggenjot dan konsepnya sudah ada. Makanya saya kawal terus. Masyarakat kita ini nyaman, guyub. Misal, Anda orang jawa, saya orang Hulu Sungai, istriku orang Jawa, semua dari kita tidak merasa , dan hanya sebagai orang Banjarbaru.

Harapan Anda pada penyelenggaraan Pilkada?

Pilkada adalah pesta demokrasi. Mari kita didik agar warga memilih dengan cerdas. Dengan hati tidak emosi. Melihat visi-misi masing-masing. Melihat programnya., Saya ingin damai jangan sampai ada bentrok warga. Saya sudah berpesan dengan tim saya agar tidak melakukan black dan negative campaign. Itu bukan cara kita. Kita menang terhormat dan kalah terhomat.