WAWANCARA EKSLUSIF BAGIAN KEDUA (HABIS) DENGAN WALIKOTA BANJARBARU NADJMI ADHANI

0

WAWANCARA EKSLUSIF BAGIAN KEDUA  (HABIS) DENGAN WALIKOTA BANJARBARU NADJMI ADHANI

“TIDAK LEBIH DARI 3 JAM”

PAK NADJMI, BAGAIMANA SOAL INFRASTRUKTUR?

Kota ini tidak tumbuh sendiri. Banjarbaru, by desain. Jadi, semua memang dipersiapkan. Jika Van Der Pijl meninggalkan tata ruang kota, Komplek perkantoran Setdaprov di era Gubernur Rudy Ariffin, Nadjmi-Jaya akan mewariskan Aero City. Kami berdua, ingin meninggalkan kebaikan berupa rancangan kota berbasis bandara atau Aero City.

INFRASTRUKTUR APA YANG ANDA BANGUN BERSAMA PAK JAYA SELAMA INI?

Selain membangun karakter Sumber Daya Manusia (SDM) melalui lembaga pendidikan. Beberapa telah kami bangun, seperti tambahan ruang terbuka hijau, rumah sakit dan puskesmas, pasar rakyat di setiap kecamatan, embung, termasuk pembangunan dan perbaikan jalan, saluran pipa air pengembangan bandara, normalisasi sungai, membuat sudet di titik genangan air, biopori,  mengurangi kekumuhan kota, renovasi Mess L, menyiapkan Banjarbaru sebagai Smart City dan Aero City adalah beberapa hal yang telah kami lakukan bersama Pak Jaya.

Beberapa masih berproses. Seperti halnya soal pembangunan pasar baru di kawasan jalan RO Ulin, Banjarbaru Selatan.

BANJARBARU SERING DIKATAKAN BANJIR, TANGGAPAN BAPAK?

Menurut saya banjir adalah genangan air lebih dari enam jam. Di Banjarbaru, kita evaluasi. Hasilnya, tidak lebih dari tiga jam genangan air itu.   Saya sudah evaluasi titik-titik itu. Dulu, ada delapan, kini tersisa tiga titik. Pertama di Loktabat, Jembatan Pasar Ulin Raya, dan kawasan jalan depan Pondok Pesantren Al Fallah. kita sudah coba carikan solusinya. Sudetan kita bangun. Tapi, volume air sangat kencang, tangkapan air berkurang akibat pembangunan perumahan kian meningkat. Kota ini terus tumbuh berkembang, pembangunan memang harus terjadi. Memperlancar drainase, biopori dibangun sebagai solusi. Sungai-sungai dilakukan normalisasi.

BAGAIMANA SOAL PENGEMBANGAN BANDARA INTERNASIONAL ?

Bukan pesimistis. Jujur, saya khawatir juga takut jika kebijakan pengembangan bandara Syamsudin Noor menjadi Bandara Internasional berubah. Kami akan kawal Bandara itu. Kami serius, penuh kajian. Bahkan, kajian-kajian ini melibatkan lima Kementerian. Kami ingin paten hasilnya. Infrastruktur jalan kita siapkan, transportasi hingga saluran air.

SOAL PENDIDIKAN DI BANJARBARU YANG DIKENAL SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN BAGAIMANA?

Kota sudah dirancang, sejak para pendahulu hingga di era Nadjmi-Jaya. Perkembangan kota harus berimbang dengan sumber daya manusianya. Menuju kota Smart City dan Aero City, generasi muda terus kita siapkan. Keunggulan SDM, berdampak positif. Para pelajar, terus diberikan agar cinta lingkungan.  SDM berkualitas, mereka akan sangat jeli. Sudut pandang mereka pasti berbeda dengan yang lain.

Ada 60 ribuan pelajar di kota kita ini. Kurikulum sudah jalan, itu hal mendasar. Kita ingin membentuk para pelajar yang berkarakter, religius, berbudi pekerti, cinta lingkungan, mandiri dan cinta tanah air.

Saya yakin, pola ini akan berdampak sepuluh tahun ke depan. Dan, 20 tahun lagi, kita akan memiliki warga yang berkarakter.

SOAL KESEHATAN?

Dalam hal ini, kita terus promosi berprilaku hidup sehat. Layanan kesehatan, adalah tanggungjawabku. Perilaku hidup sehat terus kita sosialisasikan dan promosikan. Kita pehatikan semua pelayanan mendasar. Maka dari itu, puskesmas kita bangun, juga rumah sakit baru kita “Rumah Sakit Idaman”.

BAGAIMANA DI BIDANG EKONOMI?

Ya, kita terus berhubungan baik dengan pusat. Seperti dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAFT) Republik Indonesia. UMKM terus berkembang. Mulai rumahan hingga memanfaatkan teknologi berbasis internet. Indikator sederhana melihat pertumbuhan sebuah kota dengan cara mengacu pada jam kegiatan masyarakatnya. DI Banjarbaru, Alhamdulillah sangat aman. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor  lokal dan luar daerah. Di Banjarbaru nih aman, sampai tengah malam kah, warga kita masih banyak yang beraktivitas dengan tenang.