SMA BARU DIPERTIMBANGKAN

0
Kantor Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru di Jalan Pendidikan, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

BeritaBanjarbaru.com – Rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Landasan Ulin terus berproses. Bahkan, anggaran APBD sebesar Rp4,150 miliar telah tersedia sebagai biaya pembelian lahan seluas dua hektar. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarbaru, Muhammad Aswan, saat dikonfirmasi progres rencana pembangunan SMA ke lima di Kota Banjarbaru, Kamis (10/10) pagi.

“Kita sudah ekspose ke Walikota dan Pak Wakil, baru-baru tadi. Hasilnya, ada satu titik dari tujuh yang kita diusulkan berpotensi menjadi lahan pembangunan. Dalam ekspose itu, juga disaksikan Tim yang terdiri dari SKPD terkait, seperti Dinas PUPR dan Bapedda,” ujar Kadisdik.

Kadisdik menceritakan, taksiran harga tanah, kontur tanah, dan aksesbilitas menjadi pembicaraan utama penentuan titik pembangunan. “Harga tanah itu ditentukan oleh lembaga khusus. Setelah nilai didapatkan, dilanjutkan dengan memertimbangkan lokasinya. Kalau bisa harganya murah, berada di tengah-tengah, dan tidak berada di atas lahan rawa. Untuk menghindari permainan harga, lokasi itu kita rahasiakan dulu,”katanya.

Kadisdik berharap, penambahan SMA ke lima di Kota Banjarbaru dapat direalisasikan bertahap 2020 mendatang oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Seperti yang diberikan BeritaBanjarbaru.com awal Februari 2019 lalu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari mengatakan, usulan penambahan SMA di Banjarbaru telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sebenarnya, lahan satu hektar itu sudah lama dihibahkan salah seorang warga Ke Pemko termasuk surat hibahnya. Hal itu tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Kita pun, telah mendapat pernyataan yang kuat dari Gubernur terkait hasil Hearing di tingkat Provinsi kemarin soal kesiapan pembangunan,” ujar Emi, Selasa (6/8) lalu.

Dalam pemberitaan itu, Komisi III DPRD Kota Banjarbaru kata Emi telah mengingatkan Pemko agar menyelesaikan  dan menyiapkan segala sesuatunya. Mulai pembukaan akses jalan menuju sekolah, kesiapan lahan, proposal pengajuan hingga surat menyuratnya. (Rudy Azhary)