PKS USUNG KADER SENDIRI DI PILKADA BANJARBARU

0

BeritaBanjarbaru.com – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarbaru telah berkomunikasi dengan pengurus partai tingkat provinsi untuk mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada Banjarbaru 2020. Kemungkinan PKS akan berkoalisi dengan partai-partai dalam kubu yang sama kala Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Banjarbaru Ahmad Nur Irsan, Jumat (6/9) di Banjarbaru. “Dengan DPW kita sudah komunikasikan rencana itu. DPW mengembalikan ke DPD untuk mengusung kader PKS dari Banjarbaru. Persiapan kita sudah 30 persen jalan.”
PKS Banjarbaru, kata Irsan, terus melihat perkembangan hasil polling internal dan perkembangan kondisi politik di Banjarbaru.
Agar dapat mengusung kadernya maju, PKS sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai untuk berkoalisi.

“Pasca Pilpres hubungan kita dengan Gerindra masih baik. Dengan partai lain pun demikian. Khusus Pilkada Banjarbaru, PKS dapat saja berkoalisi dengan partai pengusung 01. Jika memang kesepakatan terjadi dan dapat membuat PKS lebih besar lagi,” kata Irsan.

Dari hasil Pileg 2019, dua kader PKS lolos ke DPRD Banjarbaru. Ahmad Nur Irsan (Ketua DPD PKS Banjarbaru) meraih 637 suara dan Nurkhalis Anshari dengan 2748 suara. Total suara partai dan caleg PKS di Banjarbaru sebanyak 9749 suara.

Ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Senin (9/9), Anggota DPRD Kota Banjarbaru terpilih dari PKS, Nurkhalis Anshari mengatakan, sebagai kader partai, dirinya akan menghormati dan menaati langkah dan sikap politik partai.

“Seperti Pileg sebelumnya, saya selalu melakukan survey lebih dulu. Bagaimana melihat potensi dan peluang keberhasilan terjadi. Selama ini hasil survey yang saya lakukan hasilnya tak jauh beda. Alhamdulillah, saya duduk kembali, dan PKS kian besar dengan dua kursi,” ujar Nurkhalis.

Nurkhalis Anshari, photo:Ist

Jika pun namanya masuk dalam polling internal PKS Banjarbaru, kata Nurkhalis, dirinya siap dan akan bertarung habis-habisan memerjuangkan dan membesarkan partai. “Selama ini, posisi walikota selalu diisi kalangan birokrat. Pilkada 2020, sejarah baru dapat saja terjadi,” katanya. (Rudy Azhary)