PERUSAHAAN SAWIT DISEBUT DALAM TUNTUTAN MAHASISWA

0
Suasana unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kalsel tentang karhutla di kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

BeritaBanjarbaru.com – Delapan butir tuntutan disampaikan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalsel saat berujuk rasa di kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru. Tuntutan itu disampaikan sebagai sikap keprihatinan mahasiswa terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalsel. Mahasiswa menilai, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor tak berbuat maksimal dalam menangani karhutla, sehingga berlangsung berlarut-larut.

Ini adalah delapan tuntutan para mahasiswa dalam unjuk rasa, Selasa (24/9):

  1. Meminta Pemprov Kalsel tak lagi memberikan izin bagi perkebunan kelapa sawit dan tak ada lagi pembukaan lahan untuk kepentingan pribadi
  2. Menuntut Pemerintah Daerah bertindak serius dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Kalsel
  3. Menuntut Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat mengawasi secara berkala serta mencegah kebakaran terhadap lahan gambut atau lahan yang rentan terbakar agar karhutla tidak jadi even tahunan
  4. Menuntut Pemprov Kalsel menyediakan tenaga medis dan obat-obatan di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala mengenai penyakit yang datang dari akibat pembakaran hutan dan lahan di Kalsel
  5. Menuntut Presiden Jokowi menunaikan janji mencopot Pangdam, Kapolda, Kapolres, Danrem, dan Dandim yang tidak becus mengatasi kebakaran hutan dan lahan
  6. Menuntut aparat keamanan menindak tegas dan mengusut tuntas para pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Tindakan tegas harus dilakukan terhadap dua perusahaan yang telah membakar lahan yaitu, PT AGS di Tanah Laut dan PT ADL di Batola
  7. Menuntut  Gubernur Kalsel mundur apabila tidak menindaklanjuti sikap Aliansi Mahasiswa Kalsel
  8. Menuntut Gubernur Kalsel dan Pemrov Kalsel wajib memberikan santunan kepada masyarakat yang terkena dampak asap, dan dibuktikan dengan dokumentasi di media. (Rudy Azhary)
Suasana aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kalsel tentang karhutla di kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.