PELACURAN DI BANJARBARU MARAK LAGI

 

BeritaBanjarbaru.com – Walau pernah ditertibkan dan menggunakan dana cukup besar, ternyata hal itu tak membuat praktik pelacuran di kawasan Pembatuan, Banjarbaru, berhenti.  Justru semakin marak. Untuk menertibkan kawasan yang pernah menjadi lokalisasi terkenal di Kalsel itu, Satpol PP Kota Banjarbaru mengaku kewalahan.

Hal itu disampaikan Kasatpol PP Kota Banjarbaru, Marhain Rahman, Rabu (23/5).   Menurutnya, Satpol PP sudah maksimal menegakan Perda, tinggal proses akhirnya saja yang sering bermasalah. “Selama ini Satpol PP Kota Banjarbaru sudah bekerja maksimal.  Mulai dari penutupan, pembongkaran, hingga PSK disidangkan.  Namun, sanksi hukum yang tertulis di Perda Kota Banjarbaru Nomor 6/Tahun 2014, tidak pernah maksimal ketika berakhir di pengadilan.  Ancaman pidana ringan pun tak menghentikan praktik pelacura itu. Jadinya penindakan yang dilakukan Satpol PP selama ini seperti sia–sia,” ujar Kasatpol PP.

Menurut Marhain, untuk menegakkan hukum bukan sebatas dilakukan Satpol PP saja. Harusnya, lembaga terkait, turut mendukung, dan memberi efek jera terhadap para pelaku.

“Kami tidak dapat mengintervensi pengadilan.  Paling tidak, dalam kasus pelacuran itu, hakim dapat memutuskan maksimal dan membuat PSK-nya jera,” ujar Kasatpol PP.

Kota Banjarbaru sebenarnya memiliki peraturan dalam hal pemberantasan prostitusi atau pelacuran, Kota Banjarbaru memiliki Perda Nomor 6/Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.  Sanksinya pun cukup berat. Maksimal enam bulan penjara dan denda paling banyak Rp50 Juta.  (Rudy Azhary).

 

BERITA BANJARBARU BIROKRASI PEMERINTAHAN PENEGAKAN HUKUM