DINAS PENDIDIKAN KLAIM TAK TEMUKAN SUMBANGAN MEMBERATKAN

0

BeritaBanjarbaru.com – Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengklaim tak menemukan sumbangan paguyuban di Sekolah Dasar yang memberatkan warga. Walau demikian, Disdik Banjarbaru mendesak sekolah dan komite sekolah untuk transparan dalam hal keuangan.

“Pada Jumat (1/11) saya sudah perintahkan Kabid Sekolah Dasar Pak Edi meninjau dan mencari informasi soal sumbangan paguyuban yang memberatkan warga itu. Hasilnya kami tidak menemukan sumbangan itu. Karena kepala sekolahnya mengundurkan diri, jadi kami ke Pelaksana Tugas Kepsek saja,” ujar Kadisdik Muhammad Aswan usai menghadiri Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Kota Banjarbaru, Senin (4/11).

Sebelumnya beberapa orangtua murid di SDN Landasan Ulin Timur 1 Banjarbaru mengeluhkan adanya sumbangan paguyuban yang jumlahnya dianggap memberatkan warga.

Warga yang meminta identitasnya dilindungi itu menyatakan, banyak sumbangan yang mengatasnamakan paguyuban. Padahal, paguyuban hanya jadi wadah silaturahmi dan komunikasi wali murid. Bukan dijadikan alat mencari sumbangan untuk pembelian fasilitas penunjang pendidikan.

Saban tahun, naik kelas, pasti ada sumbangan. Mulai tujuh tahun lalu, anak pertama saya kini sudah kuliah semester satu. Yang bungsu, baru saja lulus 2019. Dari anak pertama sampai anak kedua, sumbangan pasti ada. Alasannya untuk membantu sekolah beli kipas angin, dispenser, taplak meja, dan lain-lain,” kata warga itu kepada BeritaBanjarbaru.com, Jumat (1/11).

Harusnya, menurut warga itu, Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan memersiapkan segala sesuatunya untuk penyelenggaraan pendidikan dasar. Termasuk pengadaan fasilitas penunjang ruang kelas. Karena ketika dimintai sumbangan, wali murid tak memiliki kemampuan yang sama.

Kadisdik mengingatkan semua pihak untuk memahami Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah. “Mereka kadang tidak paham soal Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016,” kata Aswan. (Rudy Azhary)