DIGAULI AYAH KANDUNG, HAMIL, LALU KEGUGURAN

0

BeritaBanjarbaru.com – Seorang ayah berinisial S (50 tahun) di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, menggauli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun hingga hamil. Mengetahui telah hamil, S menyuruh anak kandungnya itu mencari pacar yang rencananya akan diminta tanggungjawab atas kehamilan yang terjadi. Pacar itu tak lain merupakan teman S. Sang pacar diketahui menggauli anak kandung S sebanyak dua kali hingga keguguran.

Peristiwa ini bermula pada tahun 2017 ketika S mengambil korban –polisi menyebut bernama samaran Mawar—yang masih berusia 16 tahun. Ini dilakukan setelah S bercerai dengan istrinya, ibu kandung Mawar. Perceraian terjadi ketika Mawar masih kecil. Mawar kemudian ikut bersama S.

Kala S pertamakali menggauli anak kandungnya sendiri, ia mengetahui Mawar sudah tak perawan. S kemudian menanyakan pada sang anak persoalan itu. Mawar menjelaskan, saat masih kecil dan tinggal di Jawa Timur, seorang pamannya pernah menggaulinya. Mendengar keterangan itu, S berulang meminta anak kandungnya sendiri itu melayaninya dengan mengancam akan menceritakan kejadian di Jawa Timur itu kepada mantan istrinya dan keluarga besar lainnya.

Akibat perbuatan S, Mawar pun hamil. Mengetahui hal itu, S meminta Mawar segera mencari pacar agar ada ayah yang bertanggungjawab terhadap si calon bayi. Karena Mawar tidak mempunyai pacar, S meminta mawar merayu temannya sendiri berinisial M (57 tahun). M kemudian menggauli Mawar sebanyak dua kali. Belum sempat meminta pertanggungjawaban M, Mawar keguguran. Setelah keguguran, Mawar menolak disetubuhi ayah kandungnya dan M.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah SIK membenarkan adanya kasus yang terjadi di Banjarbaru itu. “Korban sudah tidak tahan lagi atas kelakuan ayahnya yang terus memukuli ketika menolak bersetubuh. Korban akhirnya lari dari rumah dan menemui Wakar serta Ketua RT setempat yang membawa korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru. Kami sudah berhasil menangkap kedua pelaku dengan inisial “S” yang merupakan ayah korban dan inisial “M” yang merupakan teman ayah korban. Keduanya saat ini menjalani proses hukum di Unit PPA Sat Reskrim Polres Banjarbaru,” ujar Aryansyah.

Pelaku, ujar Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku yang merupakan ayah kandung korban diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sementara teman dari ayah korban yang juga menyetubuhi korban diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara”, katanya. (Rudy Azhary)